Coba Bimbel Online SMA/SMK Gratis Coba Bimbel Online SMA/SMK Gratis

Coba Bimbel Online SMA/SMK Gratis

  • Rp 0
Untuk mendapatkan voucher gratis, silahkan hubungi Line @epsilon

Metode: #Online

Voucher Code

Enter your voucher code

Materi Video hanya dapat dilihat setelah anda membeli produk ini
Sifat-sifat senyawa ditentukan oleh ikatan kimianya. Atom dikatakan stabil jika konfigurasinya sama dengan gas mulia (aturan duplet atau oktet).
1.    Jenis-Jenis Ikatan Kimia
a.     Ikatan Ion
Ikatan yang sering juga disebut ikatan elektrovalen, terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron (logam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (golongan VI A dan VII A), sehingga terjadi gaya tarik-menarik antara ion negatif dengan ion positif.
Sifat-sifat ikatan ion, antara lain sebagai berikut.
1)    Titik didih dan titik lebur tinggi.
2)    Leburan dan larutannya dapat menghantarkan listrik.
3)    Larut dalam pelarut polar.
4)    Umumnya padat (kristal).
Contoh: NaF, MgCl2, AlBr3, dan Al2S3.
b.     Ikatan Kovalen (Homopolar)
Berikut jenis-jenis ikatan kovalen, antara lain sebagai berikut.
1)    Ikatan kovalen polar
Terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron dari atom-atom berbentuk ikatan. Ikatan dalam suatu jenis yang sama, atom nonlogam dengan atom unsur nonlogam. Ada beberapa perbedaan besar pada unsur-unsur penyusunan keelektronegatifan, sehingga terjadi hal tarik-menarik pada unsur yang mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar akan menarik yang keelektronegatifan lebih kecil.
Contoh: HF, HCl, H2O, H2S, CO, NH3, PCl3 dsb.
Apabila ikatan Cl dengan H, maka akan terjadi Cl menarik H ke arahnya hal ini disebabkan Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar. Sementara ikatan antara H dengan H karena kekuatan tarik menarik ion-ionnya sama kuat maka hal itu tidak akan membentuk ikatan.
2)    Ikatan kovalen nonpolar
Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit sehingga tidak terjadi momen dipol. Suatu molekul dikatakan memiliki dipol, jika didalam molekul tersebut terdapat muatan negatif dan muatan positif yang dipisahkan dalam satu jarak.
Contoh: CO2, H2, dan lain-lain.
3)    Ikatan kovalen rangkap dua dan rangkap tiga
Dalam mencapai konfigurasi stabil gas mulia, dua atom tidak dapat memiliki ikatan melalui sepasang elektron tetapi juga dapat 2 atau 3 pasang.
a)   Ikatan dengan sepasang elektron milik bersama disebut ikatan tunggal.
Contoh: H – H.
b)   Ikatan dengan dua pasang elektron milik bersama disebut ikatan rangkap dua.
Contoh: O = O.
c)   Ikatan dengan tiga pasang elektron milik bersama disebut ikatan rangkap tiga.
Contoh: N ≡ N.
4)    Ikatan kovalen koordinasi (semipolar)
Ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
c.     Ikatan logam
Unsur logam memiliki sedikit elektron valensi, dan ikatan elektron-elektron valensi dalam atom logam bukanlah ikatan ion karena semua atom logam cenderung ingin melepas elektron, juga bukan ikatan kovalen karena atom logam mempunyai jumlah elektron valensi yang terlalu sedikit sehingga sulit membentuk ikatan kovalen.
Materi Slide hanya dapat dilihat setelah anda membeli produk ini
Untuk mendapatkan voucher gratis, silahkan hubungi Line @epsilon