Sabtu, 23 Maret 2019

ISTILAH-ISTILAH DALAM EKONOMI SYARIAH

  • Selka Oktamia
  • 12/03/2019 11:09 WIB
ISTILAH-ISTILAH DALAM EKONOMI SYARIAH
EPSILONPHI.ID - Cobalah perhatikan bank-bank yang ada di sekitar kalian! Saat ini bank di Indonesia terbagi menjadi dua jenis bank yaitu bank konvesional dan bank syariah. Bank konvensional sudah ada di Indonesia sejak tahun 1828 dengan nama De Javasche Bank, sedangkan bank syariah di Indonesia baru dimulai pada tahun 1990 yang diawali dengan hadirnya bank Muammalat. Bank syariah menarik untuk dibahas karena bank syariah memperkenalkan konsep berbeda dengan bank konvensional. Bank konvensional memiliki sistem bunga, namun di bank syariah mengenal sistem bagi hasil. Masyarakat seringkali menyamakan bunga dengan bagi hasil, tetapi tahukah kalian bahwa terdapat perbedaan yang mencolok kedalam kedua sistem tersebut.

Jika kalian perhatikan pada buku rekening konvensional dan syariah, maka akan terlihat perbedaan tersebut. Bank konvensional memberikan bunga yang
flat atau rata setiap bulan, sedangkan bank syariah memilki bagi hasil yang tidak menentu setiap bulan. Bagi hasil yang tidak menentu ini merupakan sebuah konsep ekonomi syariah dimana jika bank memilliki keuntungan maka nasabah juga dapat menikmati hasil keuntungan juga. Ketika kinerja bank menurun, maka bagi hasil yang diberikan pun tidak sebanyak yang diberikan bank pada saat memiliki keuntungan yang berlebih. Intinya adalah kerjasama yang menguntungkan antar bank dan nasabah. Apakah kalian tertarik untuk menabung di bank syariah? Sebelum kalian mendaftarkan diri menjadi nasabah bank syariah, mari mengenal beberapa istilah yang ada di dalam ekonomi syariah yang dijelaskan sebagai berikut :

Akad
Ikatan atau kesepakatan antara nasabah dengan bank yakni pertalian ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan kabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada obyek perikatan, misalnya akad pembukaan rekening simpanan atau akad pembiayaan.

Nisbah
Porsi bagi hasil antara nasabah dan bank atas transaksi pendanaan dan pembiayaan dengan akad bagi hasil (mudharabah dan musyarakah)

Mudharabah
Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal sedangkan mudharib menjadi pengelola dana dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka.

Murabahah
Adalah suatu perjanjian yang disepakati antara Bank Syariah dengan nasabah, dimana Bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal kerja lainnya yang dibutuhkan nasabah, yang akan dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual bank (harga beli bank + margin keuntungan) pada waktu yang ditetapkan.

Musyarakah
Adalah perjanjian pembiayaan antara Bank Syariah dengan nasabah yang membutuhkan pembiayaan, dimana Bank dan nasabah secara bersama membiayai suatu usaha atau proyek yang juga dikelola secara bersama atas prinsip bagi hasil sesuai dengan penyertaan dimana keuntungan dan kerugian dibagi sesuai kesepakatan di muka.

Wadiah
Adalah titipan dari suatu pihak ke pihak lain baik individu maupun golongan yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat bila pemilik menghendakinya.

Wakalah
Adalah akad perwakilan antara kedua belah pihak (bank dan nasabah) dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan atau jasa tertentu.

Ar-Rahnu
Adalah menjadikan barang yang mempunyai nilai harta (nilai ekonomis) sebagai jaminan hutang, hingga pemilik barang yang bersangkutan boleh mengambil hutang. Ar-Rahn berarti juga pledge atau pawn (gadai), yaitu kontrak atau akad penjaminan dan mengikat saat hak penguasaan atas barang jaminan berpindah tangan.

Ijarah
Perjanjian sewa yang memberikan kepada penyewa untuk memanfaatkan barang yang akan disewa dengan imbalan uang se
wa sesuai dengan persetujuan dan setelah masa sewa berakhir maka barang dikembalikan kepada pemilik, namun penyewa dapat juga memiliki barang yang disewa dengan pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Istina
Adalah pembiayaan jual beli yang dilakukan antara bank dan nasabah dimana penjual (pihak bank) membuat barang yang dipesan oleh nasabah. Bank untuk memenuhi pesanan nasabah dapat mensubkan pekerjaannya kepada pihak lain.

De javasche Bank


Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close