Senin, 27 Mei 2019

Upaya Pencegahan DBD dengan menjaga kebersihan dan menanam serai

  • Selka Oktamia
  • 06/05/2019 09:09 WIB
Upaya Pencegahan DBD dengan menjaga kebersihan dan menanam serai
EPSILONPHI.ID - Sejak awal Januari 2019, Kementerian Kesehatan menerima laporan sebanyak 12.240 orang terjangkit DBD di sejumlah daerah, 115 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Sejumlah daerah ditetapkan sebagai wilayah kejadian luar biasa dengue fever atau demam berdarah dengue setelah 115 orang meninggal dunia. Terdapat peningkatan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kasus DBD disebabkan karena nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue yang mudah berkembang biak di genangan air dapat menjadi sarang nyamuk aedes aegypti tersebut. Virus kemudian menyebar melalui gigitan nyamuk di tubuh manusia. Gejala yang dialami pasien DBD antara lain suhu tubuh yang tinggi secara mendadak selama tujuh hari.
Bagaimana upaya kita dalam mencegah penyakit DBD?

Ahli ilmu kesehatan masyarakat yang juga Guru Besar Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, Ridad Agoes memandang, solusi paling efektif untuk mengatasi wabah DBD adalah dengan vaksin. Namun sayangnya, hasil uji coba vaksin ini belum 100% memuaskan karena ketika dilakukan percobaan di beberapa kota di seluruh Indonesia, coveragenya dibawah 60%. "Sedangkan untuk melindungi masyarakat dengan imunisasi ini, harus di angka 80%-90%," ujar Beliau.
Tahun lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menginstruksikan para dokter anak dan masyarakat untuk tidak melakukan pemberian vaksin dengvaxia kepada anak-anak. Hal ini menyusul hasil penelitian terbaru dari Sanofi Pasteur, perusahaan asal Prancis yang memproduksi vaksin tersebut, yang menyebut vaksin itu justru berbahaya bagi mereka yang belum pernah terjangkit virus dengue.
Setelah penelitian puluhan tahun, vaksin dengue Dengvaxia akhirnya mulai beredar mulai tahun lalu Dengan belum efektifnya vaksin, upaya pencegahan diimbau dengan partisipasi masyarakat dengan menjaga kebersihan tempat tinggalnya dengan program pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M. yaitu menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali, dan mendaur ulang atau memusnahkan barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat genangan air.

Selama ini masyarakat Indonesia berupaya menekan perkembangbiakkan nyamuk
aedes aegypti dengan melakukan pengasapan atau fogging. Bila fogging atau pengasapan dilakukan untuk memberantas nyamuk dewasa, untuk memberantas jentik-jentik nyamuk warga dianjurkan untuk melakukan larvasidasi, atau pemberantasan jentik dengan menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air, sehingga telur yang sempat menetas di situ tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa.
Warga juga diimbau melakukan penanaman tanaman yang tidak disukai nyamuk, seperti zodia dan serai karena tanaman itu mengeluarkan aroma yang tidak disukai nyamuk. Selain kedua tanaman tersebut, lavender, bawang putih dan geranium juga merupakan tanaman pengusir nyamuk yang bisa ditanam di rumah. Untuk warga yang memiliki kolam, dihimbau agar kolam itu diisi dengan ikan yang akan memakan jentik-jentik nyamuk.

Sumber :
 https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47039921


  • Tags
Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close