Minggu, 24 Februari 2019

Tahukah Kamu, Apa Perbedaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme?

  • Selka Oktamia
  • 08/02/2019 09:53 WIB
Tahukah Kamu, Apa Perbedaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme?
EPSILONPHI.ID - Sering kali kita mendengar tentang kasus korupsi, kolusi dan nepotisme baik di media cetak maupun media elektronik yang dilakukan oleh oknum pejabat negara, fungsionaris partai, pengusaha, karyawan dan sebagainya. Namun, apakah kamu tahu perbedaan antara korupsi, kolusi dan nepotisme?
  • Korupsi
Korupsi adalah tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri/orang lain (perseorangan atau sebuah korporasi) , yang secara langusng maupun tidak langsung merugikan keuangan atau prekonomian negara. Dari segi materiil perbuatan itu dipandang sebagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan masyarakat.
Contoh kasus korupsi yang pernah terjadi di Indonesia adalah:
  1. Kasus Bank Century pada tahun 2009
  2. Kasus proyek Hambalang
  3. Kasus pajak Gayus Tambunan pada tahun 2010
  4. Kasus E-KTP
  • Kolusi

    Kolusi adalah  sikap dan perbuatan tidak terpuji dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar, dengan kata lain seseorang  menyuap orang lain agar segala urusannya dimudahkan. Sebagai contoh kecil saja, misalnya seseorang yang ingin masuk peguruan tinggi / sekolah dia akan memberikan uang pelicin kepada pihak - pihak tertentu agar dia bisa diterima disekolah tersebut.

    Contoh kasus kolusi sebagai berikut.

    1. Penyuapan agar diterima menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil).
    2. Penyuapan agar dapat masuk diperguruan tinggi yang diinginkan.
          3. Penyuapan agar dapat masuk menjadi seorang karyawan di perusahaan tertentu.
  • Nepotisme
    Nepotisme artinya tindakan memilih kerabat sendiri, teman atau sahabat untuk menjabat pemerintahanan; atau kecenderungan untuk mengutamakan sanak saudara atau teman dalam menduduki jabatan dalam suatu perusahaan atau pemerintahan.
    Contoh:
    1. Seorang camat mengangkat beberapa anggota keluarganya menjadi pengurus kecamatan, sehingga tidak menilai orang lain yang layak pada posisi tersebut.
    2. Seorang manager mengangkat saudaranya menjadi karyawan di tempatnya bekerja


Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close