Buku + Video New Master Epsilon SMA/MA IPA 11 K13 Buku + Video New Master Epsilon SMA/MA IPA 11 K13

Buku + Video New Master Epsilon SMA/MA IPA 11 K13

  • Rp 200.000
Untuk bisa mengakses video, Kamu harus memiliki voucher guna mengaktifkan produk ini. Untuk mendapatkan voucher, kirim foto buku yang Kamu punya ke WA +62 813-1882-8720 atau Line @agp2983i

Metode: #Online

Voucher Code

Enter your voucher code

Materi Video hanya dapat dilihat setelah anda membeli produk ini

Karakteristik Atom Karbon

1.        Kekhasan Atom Karbon

Atom  karbon  memiliki  empat  elektron  valensi. Keempat  elektron  valensi  tersebut  dapat membentuk empat ikatan kovalen melalui penggunaan bersama pasangan elektron  dengan  atom-atom  lain.  Atom  karbon  dapat  berikatan kovalen tunggal dengan empat atom hidrogen membentuk molekul metana (CH4). Rumus Lewisnya:

 Selain  dapat  berikatan  dengan  atom-atom  lain,  atom  karbon  dapat juga  berikatan  kovalen  dengan  atom  karbon  lain,  baik  ikatan  kovalen tunggal  maupun  rangkap  dua  dan  tiga,  seperti  pada  etana,  etena  dan etuna  (lihat pelajaran  Tata  Nama  Senyawa  Organik).

 Kecenderungan  atom  karbon  dapat  berikatan  dengan  atom  karbon lain  memungkinkan  terbentuknya  senyawa karbon  dengan  berbagai struktur (membentuk rantai panjang atau siklik). Hal inilah yang menjadi ciri khas atom karbon.

Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik.

a.        Senyawa Alifatik

(1)    Lurus            : 

                       

 (2)    Bercabang   :

          

b.        Senyawa Siklik

             

 Ditinjau dari ikatannya, senyawa hidrokarbon dapat berupa hidrokarbon jenuh dan tak jenuh.

1)     Hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon dengan ikatan kovalen tunggal.

2)     Hidrokarbon tak jenuh merupakan senyawa hidrokarbon dengan ikatan kovalen rangkap dua atau rangkap tiga.

Atom karbon memiliki kedudukan yang berbeda-beda dalam sebuah rantai karbon. Berdasarkan kedudukannya tersebut, atom karbon dapat dibedakan sebagai berikut.

1)     Atom C primer (1°), adalah atom C yang terikat pada satu atom C yang lain.

2)     Atom C sekunder (2°), adalah atom C yang terikat pada dua atom C yang lain.

3)     Atom C tersier (3°), adalah atom C yang terikat pada tiga atom C yang lain.

4)     Atom C kuartener (4°), adalah atom C yang terikat pada empat atom C yang lain.

B.   Identifikasi Karbon dan Hidrogen

Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan lilin (C20H42) yang direaksikan dengan oksigen dari udara (dibakar), hasil pembakaran lilin dilewatkan ke dalam larutan Ca(OH)2 1%, seperti ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.

Ketika lilin terbakar terjadi reaksi antara lilin dan oksigen dari udara. Jika pembakarannya sempurna, terjadi reaksi:

2C20H42(s) + 61O2(g )  → 40CO2(g) + 42H2O(g)

Gas CO2 dan uap air hasil pembakaran akan mengalir melalui saluran menuju larutan Ca(OH)2. Pada saat menuju larutan Ca(OH)2, terjadi pendinginan oleh udara sehingga uap air hasil reaksi akan mencair. Hal ini dibuktikan dengan adanya tetesan-tetesan air yang menempel pada saluran. Oleh karena titik embun gas CO2 sangat rendah maka akan tetap sebagai gas dan bereaksi dengan larutan Ca(OH)2. Bukti adanya CO2 ditunjukkan oleh larutan menjadi keruh atau terbentuk endapanputih dari CaCO3. Persamaan reaksinya:

CO2(g ) + Ca(OH)2(aq)  → CaCO3(s) + H2O(l)

Materi Slide hanya dapat dilihat setelah anda membeli produk ini
Untuk bisa mengakses video, Kamu harus memiliki voucher guna mengaktifkan produk ini. Untuk mendapatkan voucher, kirim foto buku yang Kamu punya ke WA +62 813-1882-8720 atau Line @agp2983i